Lulusan Kejar Paket B Dipacu Lanjut Hingga Jenjang Kuliah
KBRN, Semarang : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Achmad Taufiq memantau langsung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Siswa Kejar Paket B atau setara SMP, yang pelaksanaanya masih menginduk di SMK Negeri 1 Warungasem, Sabtu (11/5).
Dalam kunjunganya tersebut, Taufiq memberikan motivasi agar siswa percaya diri mengikuti UNBK. Sekaligus mendorong kepada siswa Kejar Paket B, agar selepas ujian untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi yakni ke kejar Paket C bahkan sampai kuliah.
"Keberpihakan pemerintah sudah luar biasa dibidang pendidikan. Saat ini, dari tingkat SD sampai SMP sekolah tidak bayar. Begitu pula di jalur pendidikan nonformal berupa kejar paket A,B dan C juga tidak bayar," kata Taufiq.
Dia memotivasi siswa Kejar Paket B agar semangat belajar. Kendati kejar paket, namun ijazah setara dengan sekolah formal. Harapannya lulusan kejar paket B bisa berlanjut ke paket C, dan seterusnya.
"Hasil pertemuan dengan Kementrian pendidikan, memberikan informasi bahwa ada salah satu murid lulusan paket C bisa sampai kuliah di Amerika. Artinya semua bisa saja, begitu juga siswa dari Batang pasti bisa, Kuncinya harus serius," pesan Taufiq.
Setelah memberikan motivasi kepada para siswa, Dia juga memastikan pelaksanaan UNBK berjalan lancar. Ujian tersebut akan dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut, mulai dari 11 Mei sampai 13 Mei 2019, secara serentak di Indonesia.
"Dalam memastikan kelancaran UNBK, Kami sudah menghubungi PLN semaksimal mungkin tidak ada pemadaman listrik, ketika UNBK berlangsung. Karena berbeda dengan sekolah formal, UNBK Paket B tidak disediakan mesin jenset dan sebagainnya," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Batang, Wihaji menuturkan sejumlah 40 persen warga Batang hanya lulusan SMP, oleh karena itu, Pemkab Batang gencarkan pentingnya sekolah kepada warganya pada setiap kesempatan. Tidak lupa pada Ramadhan kali ini, saat agenda tarawih keliling (Tarling) di Masjid Desa Mojotengah Kecamatan Reban, Jumat (10/5).
Bupati terus mendorong warganya untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin. Dia menekankan angka 40 persen tingkat pendidikan warga yang hanya SMP menjadi salah satu faktor masih rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), disamping faktor kesehatan dan pendapatan perkapita masyarakat.
"Pendidikan menjadi sangat penting untuk menyiapkan generasi hebat. Pemkab juga berupaya meningkatkan pendidikan dengan menyiapkan beasiswa dengan berkolaborasi dengan pemeri#'8qt melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP)," tegasnya.


Posting Komentar